Mangga Besar Raya

IMG_4238

DSC03535Jalan Mangga besar raya (dahulu bernama Prinsenlaan) sejauh …
km, yang membentang dari arah timur ke barat, berlokasi di dua kota madya, Jakarta Pusat dan Barat. Perpanjangan dengan jalan Kartini di sisi Timur dan berakhir di jalan Hayam wuruk (olimo), di tengahnya dipotong oleh Rel Kereta api dan stasiun Mangga Besar yang merupakan perbatasan wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta barat.
Dari stasiun ke arah timur (jalan Kartini/gunung sahari) merupakan wilayah kota madya Jakarta Pusat, sedangkan ke arah barat (arah jalan Hayam wuruk) merupakan wilayah kotamadya jakarta barat.
Jalan Mangga besar di sebelah Jakarta Pusat tidak termasuk dalam pusat keramaian namun di sana terdapat sebuah Rumah Sakit Umum Pusat wilayah Jakarta Pusat bagian Utara yakni RS Husada yang sudah berdiri sejak tahun 1924. Menurut situs www.husada.co.id, Rumah Sakit Husada didirikan oleh Dr. Kwa Tjoan Sioe pada tanggal 28 Desember 1924,  dan resmi diganti namanya menjadi RS Husada Pada tanggal  1 Juni 1965. Sebelum menjadi rumah sakit yang besar dan megah, Husada bermula dari sebuah poliklinik sederhana yang dibentuk oleh perkumpulan Jang Seng Ie,  yang mengandung arti menjaga kesehatan dan merawat kehidupan.
Daerah keramaian sesungguhnya berada di Wilajah Jakarta barat dan di mulai sejak stasiun kereta api di mana pusatnya Taman hiburan Lokasari (dahulu Prinzen Park). Terutama sejak sore hari, PKL menempati jalur lambat di kedua sisi jalan, dan hal tersebut sudah berlangsung dari tahun 1970-an.  Daerah Mangga besar sudah terkenal dengan pusat jajanan serba ada, baik itu untuk makanan yang sudah diolah ataupun yang masih mentah. Di sepanjang jalur lambat, terutama di depan THR Lokasari mulai petang hari berjejer berbagai gerobak yang menjajakan aneka gorengan, pisang, gandas turi, kue pukis hingga martabak manis maupun asin. Juga tenda-tenda yang menjual makanan, seperti Seafood, nasi goreng, kue tiau goreng, mie, hingga makanan B2.

IMG_4238Sejak beberapa tahun ini Lapak Durian dan kios pedagang obat (kuat) mulai menjamur sepanjang jalan tersebut. Biasanya lapak dan kios tersebut berdiri di pembatas jalan antara jalur cepat dan lambat, beberapa dari mereka persis di marka larangan Stop atau di Traffic Light.

Kemaceten sering sekali terjadi di Jalan mangga besar, terutama di sore hari. Traffic Light di sepanjang jalan tersebut ada beberapa yaitu:

  1. Perempatan Mangga Besar Raya – Mangga besar XIII – Karang anyar utara
  2. Perempatan Mangga Besar Raya – Mangga Besar VIII – Mangga Besar XI
  3. Pertigaaan Mangga Besar Raya – Mangga Besar IX
  4. Pertigaan Mangga Besar Raya – Mangga Besar VII

Perempatan Mangga Besar Raya – MB XIII dan Karang anyar Utara merupakan salah satu perempatan yang ramai dan agak kacau lalu lintasnya, karena berbagai hal yaitu:

  1. Jalan Karang anyar utara seharusnya satu arah, namun kendaraan roda dua dan tiga sering melawan arah , dan juga menyeberangi perempatan tersebut.
  2. Kendaraan yang tidak sabar menunggu lampu merah.

Perempatan Mangga Besar Raya –  Mangga Besar VIII – Mangga Besar XI merupakan salah satu sumber kemacetan, karena:

  1. Lampu traffic light kurang banyak
  2. Posisi traffic light yang agak tersembunyi
  3. Lama durasi lampu merah di salah satu jalan
  4. Banyak kendaraan dari arah timur yang mutar dan langsung masuk ke mangga besar XI
  5. Lapak Durian persis di pinggir jalan selepas lampu merah
  6. Kualitas Jalan yang buruk di sisi utara perempatan karena imbas dari PKL stand makanan di petang hari
  7. Parkir di sisi jalan, baik mangga besar raya maupun mangga besar VIII

Perempatan Mangga Besar Raya – Mangga Besar IX

Be the first to comment on "Mangga Besar Raya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial